Segelas teh manis hangat
February 6th, 2006 by apreksopSiapa sangka segelas teh manis hangat akan membuat aku berpikir panjang.
Semalam aku kekunci di luar rumah kontrakan proyek. Anggota tim yang lain ternyata pergi ke Carrefour, beli aqua dan belum pulang. Akhirnya aku duduk sambil baca Reader’s Digest di teras. Suasana sepi, maklum, sudah malam.
Tengah aku asyik baca, tiba-tiba tetangga depan rumah muncul dan menyodorkan segelas teh manis hangat. "Kekunci ya Mas? Ini saya buatkan teh. Besok gelasnya taruh aja di pagar."
Wah, surprised banget deh. Pertama memang kaget, karena aku lagi asyik-asyiknya baca tiba-tiba denger suara orang manggil. Yang kedua, kaget juga, ternyata kepedulian masih sebegitu tingginya. Ternyata keberanian untuk mengulurkan tangan menawarkan bantuan sebegitu terasanya. Apa karena kita di kampung ya? Biarpun Jakarta, tapi ini di kampungnya. Jadi kayaknya suasana mentalnya lain
Jadi keingetan juga beberapa minggu yang lalu bapak tetangga sebelah rumah juga pagi-pagi datang menawarkan sepiring roti bakar untuk kami satu tim.
Rasanya kondisi ekonomi mereka biasa-biasa saja, gak ada yang istimewa, tapi dorongan untuk berbaginya itu yang istimewa.
Apa pun alasan mereka melakukannya, aku tetap merasa seperti disentil kupingku. Sudah seberapa banyak aku berbagi dengan orang sekitarku? Sudah seberapa pedulinya aku sama keadaan sekelilingku? Yang jelas aku yakin, tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Yang penting udah diniatin dulu. May Allah give me strength to act on it. Aamiin.
Feels good to start the day with a clear good intention in our heart.